Tampilkan postingan dengan label my passion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my passion. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Volunteering at Kelas Inspirasi Bandung 2, 2014

Seperti yang pernah saya sebutkan di posting sebelumnya, resolusi saya selanjutnya tahun ini adalah berpartisipasi dalam kegiatan yang membutuhkan relawan/volunteer. Di twitter, saya sempet bilang, pengen rasanya jadi volunteer di daerah yang terkena bencana alam, mengingat akhir 2013 hingga awal tahun 2014, Indonesia bertubi tubi tertimpa bencana alam. Tapi, melihat resiko yang tinggi, kemudian saya menjadi ciut. Betapa menyedihkannya diri saya saat itu.. :(

Tak berapa lama kemudian datanglah informasi dari Kelas Inspirasi (KI) Bandung (baca info tentang KI lengkap di sini), bagian dari gerakan Indonesia Mengajar. Mereka membuka pendaftaran Kelas Inspirasi Bandung 2 sebagai relawan inspirator dan dokumentator. Yes! Ini mungkin lebih pas untuk saya saat ini. Saya pun mendaftar sebagai inspirator dan kemudian dinyatakan lolos. Yeaay! *dancing*

Tahapan untuk jadi inspiratornya KI cukup mudah dan gak ribet. Begini pengalaman saya :
  1. Daftar via website. Mengisi formulir yang luar biasa banyak kolomnya :p. Seriously, anda harus sedang dalam waktu luang ketika mengisinya.
  2. Pengumuman lolos kurasi via website dan twitter.
  3. Briefing di Pendopo Kota Bandung. Ah, it was my first time! So excited! Di sini kita akan dibagi dalam grup grup sesuai dengan sekolah dasar yang telah ditunjuk. Saya dapet SD Sejahtera 4 bersama 19 rekan lainnya. Briefing ini juga mengajarkan bagaimana teknik ice breaking, memberi sinyal, apresiasi dan lain lain saat di kelas nanti.
  4. Bikin grup whatsapp :D
  5. Survey ke sekolah yang telah ditunjuk.
  6. Koordinasi dengan teman teman satu grup.
  7. Menyelesaikan surat menyurat
  8. The D day!
  9. Refleksi kegiatan.
It was so much fun! Bertemu dengan teman teman dari beragam profesi merupakan sebuah kebahagiaan buat saya. Mereka semua ramah dan menyenangkan. Hal ini kemudian membakar semangat saya. 

Memberi informasi apalagi inspirasi tentang profesi saya ke anak anak SD itu sebuah tantangan besar. Bayangkan, gimana harus menerangkan profesi sebuah kuli event ke anak SD? Susaaaah, meeeen!! Bahkan sekolahannya tentang itu pun gak ada! :))) Namun alhamdulillah, dengan persiapan yang minim (jangan tanya kenapa karena ceritanya puanjaaaang), akhirnya saya bisa ngelewatin 'ujian" itu dengan lancar. 

Suasana kelas saat menginspirasi.
(Photo credit : Bernadeta)

Kelas 2A di SD Sejahtera 4 beserta Ibu Wali Kelas
(Photo credit : Bernadeta)

(Foto bersama rekan - rekan satu grup lainnya menyusul ya, belum dapet euy..)


Di kelas refleksi, banyak kawan inspirator dari sekolahan lain sangat antusias dan punya pemikiran besar mengenai memajukan pendidikan di Indonesia. Saya terharu sekaligus minder, belum bisa sebanyak itu kontribusi saya. Mudah-mudahan, dengan adanya Kelas Inspirasi ini, masa depan pendidikan di Indonesia akan lebih hebat lagi dari sebelumnya.

Lagu Indonesia Raya sudah 2 kali saya nyanyikan di KI dengan rasa bangga membuncah. Yah, saya termasuk yang mudah terenyuh kalo urusannya nasionalisme. Wong baca kata pengantar buku Indonesia Mengajar 1 aja udah berkaca-kaca dan bergemuruh di dada.

Alhamdulillah resolusi lainnya tahun ini telah tercapai. Resolusi apa yang sudah kamu capai? Share yuk!

Jumat, 17 Januari 2014

Behind The Show

Yes, it's the sixth time involved at trend show and 4th time become a project leader. I am very grateful for everything that Allah gave to me. Yes, i am happy. alhamdulillah.


Me & Kang Ayi (stage vendor)
photo credit : Opik

8 hrs before the show
Photo credit : Opik

More stories, later.

Rabu, 22 Mei 2013

Hello, Singapore! (as a first timer)

Yes, setelah 6 bulan vakum kagak kemana - mana selain Bandung, akhirnya saya dikasih kesempatan untuk berkunjung di Singapura as a first timer! :D Kaget? Should be. Secara saya emang kagak terlalu interest mengunjungi negara ini kalo bukan urusan kerja. Selain mahal, emang gak ada yang bikin saya tertarik juga sih :p.

Trus, dalam rangka apa saya ke Singapura? Ikutan workshop di sebuah rangkaian acara bernama Blue Print, Asia's Fashion Gateaway. Ini adalah sebuah acara yang terintegrasi antara Blue Print, Asia Fashion Summit dan Audi Fashion Festival. Acaranya apa aja? Pameran produk, seminar, workshop, fashion show dan conference.

Ini event keren banget menurut saya. Liat aja foto foto di bawah ini. Berasa banget kan aura fashion nya?

Entrance gate
Exhibition
Runway
Promotion tools
Audi Fashion Festival 2013 image
Fashion Tent
Fashion Crowd

To be continued...

Selasa, 25 Desember 2012

My Big Things in 2012 (2) : Held a big event, Indonesia Islamic Fashion Fair

Semenjak menjadi bagian dari tim promo, saya diharuskan menghandle event - event in-house kantor. Event sebesar fashion show tahunan sampai fashion show kecil yg diadakan untuk menjamu customer loyal, sudah khatam saya kerjakan. Saking seringnya, lama lama timbul rasa jenuh, i need a bigger challenge!
Saya pikir, tahun 2012 akan dilewatkan dengan hal yang sama seperti tahun sebelumnya, ternyata saya salah. Tawaran untuk menjadi co-organizer dari sebuah event besar datang dan langsung disambut baik oleh bos. I was very surprise yet degdegan. Can i do it? Can we do it? Dengan berbekal tekad dan semangat kami pun berusaha semaksimal mungkin.
Event itu bernama Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF). Sebuah event besar, ditunggu tunggu oleh banyak pihak, event tahunan dan membawa nama besar sebuah asosiasi dan sebuah konsorsium.
Pada saatnya event itu terlaksana, banyak drama, banyak airmata. Tapi itu tak seberapa dibandingkan dengan pengalaman yang kami dapatkan. Banyak apresiasi kami dapatkan setelah event itu selesai diselenggarakan.
I'm proud of me. Gak sabar untuk tau, tantangan besar apalagi yg akan saya dapatkan di 2013. :-)
Cheers!
**Temukan cerita tentang IIFF di Fanpage Facebook : www.facebook.com/indonesiaislamicfashionfair
atau follow akun twitternya di www.twitter.com/IIFF_2013

Senin, 24 Desember 2012

My Big Things in 2012 (1) : Fashion Writer

Sebentar lagi 2012 akan berakhir. Saatnya sejenak flash back, mensyukuri kesempatan dan achievement yang telah diberikan. Lets hit my number 1!

Sebetulnya, cita cita terbesar saya adalah menjadi salah satu writer di majalah National Geographic, coz i really looooove traveling. Namun, nampaknya masih jauh dari angan.. :D Kesempatan yang datang di depan mata justru menjadi fashion writer, tapi gak sendirian, rame rame sama temen lainnya.

Adalah di awal 2012, sebuah majalah wanita dwi mingguan terbitan Gramedia Majalah mengajak kerjasama dengan brand tempat saya kerja. Kerjasamanya berupa Q&A seputar busana dan kerudung. Saya dan teman - teman bergantian setiap edisinya menjawab pertanyaan - pertanyaan yang diajukan.  

Awalnya, tulisan saya kacaaaauuu dan kudu banyak diedit. Lama kelamaan saya mulai terbiasa dan pada akhirnya tidak terlalu banyak editan di tulisan tersebut. Mudah-mudahan tulisan yang saya dan teman teman buat, bermanfaat bagi pembaca majalah tersebut. Check this photo out!

Tulisan saya dan teman - teman

Tulisan teman - teman dan saya

Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. I'm very grateful :)

What your big things in 2012? 

XOXO


Minggu, 07 Oktober 2012

Show Off, Me Style!

Got nothing to share in words.

Better show off some pictures of ME and my kerudung style.. hehe...


4 women with 4 different style
Bandung, 2012

3 women and a baby.
Ponyo Restaurant, 2012

me + ira at kondangan
Ujung Harapan Bekasi, 2012

me + mba mila. This is my daily style
Skenoo Exhibition Hall, 2012

used to be my favorite.
PPTK Gambung, 2011

traveling meet hijab
KLCC Park, 2012

stylish enough? :p
Masjid Al Haram, 2012

Let's go!
Mecca Al Mukaramah, 2012

Show off!
International Embroidery Festival, 2012

Selasa, 25 September 2012

Ngemsi

Lagi mikir :p
I don't know..
I mean, i really don't know why people (read : my boss) trust me to do this ngemsi thing.. *grin*

Seperti yang pernah saya twit beberapa hari yang lalu, saya pernah ditodong untuk ngemsi di mall, bawain acaranya brand lebih dari sekali yaitu dua kali :D

Yah, memang diakui, saya amat sangat tidak berpengalaman ngemsi. Ngomong aja balelol kalo kata orang Sunda mah.

But you know what? I feel like enjoy it.

Saya cerewet, seneng ngobrol dan pandai bercerita itu emang udah bawaan orok. I love to talk! Haha..

Ngemsi itu 10% bakat dan 90% kemampuan yang terus menerus diasah menurut saya. Apa sih yang wajib dimiliki oleh seorang emsi?

  • Storytelling skills
  • Self-confidence
  • Artikulasi yang jelas
  • Kemampuan berbahasa yang bagus
  • Perbendaharaan vocabnya buanyaaaaaakkkkk
  • Mimik muka ramah
  • Update sama informasi
  • Punya koleksi joke joke segar
  • Mengenali karakter audiens
Punya poin lain?


Kamis, 19 Juli 2012

New Project

I am now part of Promoda. Our nearest project is held an event called Indonesia Islamic Fashion Fair 2012.

our print ad at Fashion Pro website



This is gonna be huge. Wishing all the best to us ya :)

Gonna miss you all!

XOXO



Jumat, 23 Desember 2011

Show the Red!

Gunakan warna merah pada :

  • aksen pada dress hitam, bisa berupa asesoris yg melekat pada busana atau belt kecil di pinggang
  • sepatu flats, saat anda sulit mencari padanan sepatu dgn jins + blus
  • tas/clutch, saat clutch gold kesayangan anda tiba tiba sulit ditemukan
  • lipstik, saat percaya diri anda sedang tinggi atau saat anda sedang ingin bergaya retro
  • cat kuku, untuk penampilan lebih dramatis
  • bingkai kacamata, agar tampilan anda lebih memukau
  • underwear, agar anda senantiasa diliputi gairah dan merasa seksi dibuatnya.


photo : cheap-uggsmall.com
Kesemua tips ini tentunya tetap harus diselaraskan dengan diri anda. Cocok atau tidak? Yang penting percaya diri!

Selamat mencoba!

*another ala-fashion-magazine-article 

Senin, 26 September 2011

I'm a Social Media Addict




Saya, mengklaim diri saya sebagai pecandu social media. Betapa tidak, saya punya akun dihampir semua platform social media. Mulai dari Friendster, Facebook, Twitter, Tumblr, Blogspot, LinkedIn, G+ sampai yang terbaru Heello.

Social media adalah hal yang menarik bagi orang yang narsis dan ingin selalu eksis seperti saya. Kita bisa share foto, tulisan, berita, gosip, sampai hal hal gak penting yang cuman bikin orang lain merasa terganggu. Sejak kemunculan banyak platform social media, saya jadi geek, betah aja gitu nongkrong depan komputer lama lama hanya untuk ngulik dan baca baca artikel.

Awal kecintaan saya pada social media awalnya karena saya gak mau dianggap ketinggalan jaman. Setelah kecemplung, eh, ternyata ini hal yang menarik untuk dipelajari untuk kemudian dicintai (oleh saya). Sekarang, saya pun dipercaya oleh perusahaan dan teman teman yang lain untuk mengelola akun social media mereka.

Inilah alasan mengapa anda harus melek social media :

  1. Mendapatkan update berita dalam waktu singkat
  2. Mempunyai banyak teman baru dan dipertemukan dengan teman lama
  3. Narsis
  4. Pencitraan, dan yang terakhir
  5. Eksis
Setuju? :P

Jumat, 26 Agustus 2011

Expedisia's Website is About to Launch



Saya bersama tiga orang teman, mendirikan Expedisia sebagai bentuk dari kecintaan kami terhadap dunia jalan jalan alias traveling. Ide ini tercetus pada akhir tahun 2010 dan kami berempat sangat antusias membangunnya.

Perjalanan dimulai dari pencarian nama, pembuatan bussiness plan, hingga produk yang akan dijual. Beberapa nama sempat menjadi kandidat, namun Expedisia lah yang terpilih. Expedisia terdiri atas dua kata : Expedition + Indonesia. Mengapa dicantumkan nama Indonesia? Karena kami bangga menjadi warga negara Indonesia dan ingin agar teman - teman yang lain sama bangganya dengan kami. Kami juga ingin agar Indonesia dikenal dan dikunjungi oleh warganya sendiri dan juga dunia. Cita cita yang sederhana namun besar tanggung jawabnya. 

Pembuatan logo Expedisia kami percayakan pada sahabat saya, Opik. It was great and we love it! What about you?

logo resmi expedisia, design by Taufik Nugraha (Opik)

Perjalanan Expedisia baru saja dimulai. Terima kasih atas dukungan semuanya!

Visit our website di www.expedisia.com 
Follow tweet kami di  @expedisia
Become our fan di Expedisia

Kamis, 14 Juli 2011

My New Social Media Account

Helloooooo....

Seiring dengan kemunculan Google + yang kian lama kian menyita perhatian, saya juga gak mau kalah start untuk ikutan. Alhamdulillah sahabat saya dengan senang hati menginvite saya ke akun G+ nya. Jadilah saya punya akun social media yang baru, Google+ alias G+!!



Proudly present my G+ account : gplus.to/dailydewi

Feel free to invite me as your circle, and made your own circle!!

Ciao!

Rabu, 15 Desember 2010

Microsoft Bloggership 2011 : milikilah blog, buat tulisan di dalamnya dan jadilah inspirator!

Prolog

Ada beberapa orang yang menjadi inspirator saya (saya pernah posting juga), salah satunya adalah Tony Raharjo, seorang penulis dan trainer asal Bandung. Melalui tulisannya, saya jadi tergerak untuk menjadi penulis, minimal penulis blog. Saya menuliskan apa saja yang pada saat itu ada dibenak saya. Cerita lucu, sedih, haru, bangga, marah, capek, senang, pokonya semua emosi lengkap tersaji di blog saya. Saya menulis tanpa ada harapan blog saya akan disukai orang, yang penting tulisan tersaji dengan tulus. Ketika tulisan kita mendapat apresiasi, maka itu adalah bonus.



Awalnya, saya buat blog hanya untuk menyenangkan diri sendiri dan mengikuti saran teman saya. Teman saya bilang, kalo mau dapat pacar, salah satu tipsnya adalah dengan membuat blog (alasan ini sangat gak masuk diakal sebenarnya, tapi saya nurut aja). Selain blog, saya juga kerap menulis di catatan pada akun facebook pribadi saya. Saya tidak pernah menyangka kalau tulisan saya banyak mendapat apresiasi dari sahabat. Mereka bilang tulisan saya bagus dan saya sangat senang!

Pada sebuah periode, selama beberapa bulan, saya non aktif dari dunia tulis menulis di blog. Pernah dalam satu bulan, saya tidak posting sama sekali! Saya merasa bingung pada saat itu, saya tidak tau apa yang bisa saya tulis. Sampai pada suatu saat, seorang sahabat mengajak saya untuk hiking. Saya saat itu merasa aneh, gak biasanya sahabat saya itu mengajak saya hiking, kalo ngajak nongkrong sih sering :P. Saya bilang, "tumben dikau ngajakin hiking?". Sahabat saya menjawab, "Iya, terinspirasi dari tulisan kamu!". DUEEEENNGGG...


Opini

Menulis, adalah sebuah skill yang menurut saya cukup penting untuk dikuasai oleh kita. Tanpa sadar, kemampuan menulis kita sebenarnya dapat mencirikan keberadaan kita. Keberadaan situs jejaring sosial, dapat dengan mudah menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan kita dalam menulis. Pernahkah anda membaca tulisan seseorang di Twitter atau Facebook yang tak dapat anda pahami isi dan maknanya? Sangat mengganggu bukan?

Sepotong informasi, yang sedianya penting, bisa menjadi tidak penting jikalau kita menuliskannya tidak benar. Sebuah berita, akan menjadi rancu dan ambigu, jika kata yang dipilih tidak tepat. Opini saya, menulis disebut sukses, apabila maksud dan isi tulisan, dapat dipahami oleh pembaca. Akan lebih istimewa lagi, jika tulisan tersebut dapat menjadi inspirasi orang lain.



Apresiasi

Saya terkejut mendapati seorang sahabat membuat sebuah blog dan mulai menulis. Sahabat saya itu sebelumnya amat sangat jauh dari dunia tulis menulis. Ketika saya bilang, "Wah, ada saingan blogger baru nih!". Sahabat saya bilang, "Yup, terinspirasi dari www.dailydewi.blogspot.com". Dan hidung saya pun kembang kempis dimana disaat yang sama hati saya melambung tinggi karena perasaan senang! Terima kasih!

:) :) :)

Rabu, 24 November 2010

menjadi stylish adalah pilihan?



Sebagai salah seorang pekerja di industri fashion, saya dituntut harus mengerti dan memahami dunia fashion itu sendiri. Dunia fashion itu sangat dinamis. Perubahannya bisa secepat dan semudah membalikan telapak tangan. Setiap tahunnya selalu ada pencanangan mengenai tren, baik itu pada pakaian, sepatu, asesoris, tas dan lain sebagainya. Saya perhatikan, umumnya, tren itu selalu berulang.







Saya bukan penyuka tren, tapi saya suka fashion dan sedang berusaha untuk menjadi stylish. Apa itu stylish? Silakan baca ulasan Hanzky dari Fashionese Daily tentang stylish di sini. Saya kutip sebagian dari tulisannya Hanzky.

 "........ To have a style, you have to know what works and looks best on you, your shape, your skin color and what fits your personality. Style is usually influenced by things like culture, nationality, music, arts, age and a myriad of other factors. It’s something that is so you. Being stylish is about looking good and dressing according to the occasion, whether or not the clothes are from the current trend is irrelevant. You can be stylish without being fashionable." 

Saya setuju dengan pendapat Hanzky di atas. Menurut saya, stylish tidak diukur dari bagaimana dia selalu mengikuti tren dengan langsung diaplikasikan pada gaya berpakaiannya sehari-hari, tapi bagaimana dia dapat mengaplikasikan model pakaian yang tepat bagi bentuk tubuhnya pada saat yang tepat di tempat yang tepat pula. Being stylish is truly being your self and its comforting you. Semuanya berpulang pada rasa percaya diri masing masing.

Sebelumnya, saya sangat jauh dari dunia fashion apalagi punya keinginan untuk terlihat stylish. Saya jadi ingat, jaman saya SMP - SMA dulu, saya sering mengamati cara teman teman saya memakai baju. Saya tidak terlalu memikirkan apa kekurangan dan kelebihan dari tubuh saya. Apa yang happening saat itu pasti saya ikutan beli dan ikutan pakai, padahal belum tentu cocok buat saya. Jaman SMA dulu, brand is number one! Gak peduli bentuknya kayak apa, cocok apa engga, yang penting branded! Gengsi sangat penting banget waktu itu. Baju saya pun terbatas, karena urusan brand yang mahal bikin orang tua membatasi saya untuk gak menghabiskan uang hanya untuk pakaian. "Masih banyak yang lebih penting!" gitu kata orang tua saya.

Memasuki kuliah yang notabene gak pake seragam, mewajibkan saya untuk mulai berpikir keras bagaimana agar terlihat keren dan stylish setiap hari dengan pakaian yang berbeda tapi dengan budget terbatas. Saya dan teman sering kali hunting ke Cimol (tempat jual baju baju bekas pakai impor) karena harganya yang murah meriah. Saya pun mulai bisa bernapas lega. Sedihnya, saya harus bangun lebih pagi untuk mikirin hari ini pake baju apa ya? what a classic story, huh? :D Menjadi suatu kebanggaan bagi saya ketika ada seorang teman yang memuji saya dengan bilang, "Dewi pake baju apa aja pasti keliatan keren dan enak diliat". Sekarang saya jadi tau apa maksud perkataannya, i'm stylish!! hehehe...

Saya banyak mengamati teman teman disekitar saya sejak dulu sampe sekarang. Dan, menurut saya, menjadi stylish itu pilihan. Banyak teman yang ogah ribet seperti saya, yang mau pake baju apa hari ini energi mikirnya sama dengan mikirin ujian tengah semester. Teman saya kebanyakan anak kost yang bajunya gak banyak. Kadang, baju yang sama dipake dua hari berturut-turut. Wuih, bukan gue banget itu mah! :P Banyak juga teman saya yang punya satu model baju tapi bisa dibikin sampe dengan 10 motif yang berbeda.. Niat banget! hahaha.. Tapi bisa jadi, dia udah nyaman dan cocok dengan model baju seperti itu, makanya dia bikin lebih dari satu.

Ada juga sahabat saya yang menurut saya amat sangat stylish. Saya banyak mendapat inspirasi dari dia. Ya jelas, karena profesi dia desainer. Eh, tapi, teman saya yang lain, sama sama desainer juga ada yang tidak terlihat stylish. Tapi saya akui, saya sangat moody. Pada suatu saat saya terlihat stylish, pada saat yang lain saya terlihat sangat tidak stylish. 


Oya, saya juga pernah sedikit berpikir tentang korelasi antara stylish dengan ketersediaan dana yang cukup untuk mendukung itu. Stylish kemungkinan besar lebih didominasi oleh para wanita dan atau pria yang berdaya beli tinggi. Untuk golongan ekonomi lemah, punya baju lebih dari satu saja sepertinya sudah sangat bersyukur. Tapi pemikiran saya itu kemudian dipatahkan oleh mata saya sendiri. Ada beberapa orang teman yang termasuk kalangan the haves, tidak terlalu stylish. Entah karena alasan berhemat, memang tidak terlalu interest utk menjadi stylish, jarang mencari informasi atau kelewat pelit? hehehe... 


Nah, seperti saya bilang tadi, menjadi stylish itu pilihan. What do you think?



Rabu, 22 September 2010

Wardrobe Job

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia fashion, saya secara tidak langsung juga terlibat dalam pekerjaan  orang lain. Salah satunya adalah wardrobe di film. Apa itu wardrobe? silakan cek di sini.


Seorang film wardrobe harus menyiapkan busana seluruh pemeran dan asesorisnya yang diperlukan untuk syuting film. Saya kenal beberapa orang. Koq bisa? Karena mereka menggunakan produk dari perusahaan saya untuk keperluan syutingnya. Ada syuting sinetron, iklan, ada pula syuting film. Saya lebih tertarik pada film wardrobe.

Saat ini, sebuah production house sedang syuting film yang naskahnya diambil dari sebuah buku karangan seorang penulis terkenal. Setting film tersebut adalah sekarang atau taun 2010an. Mba wardrobenya, sebut saja Mita (bukan nama sebenarnya) adalah seorang desainer (katanya), terlihat dari cara dia memakai busana yang lain dari biasanya. Tapi bukan jaminan juga sih, banyak desainer yang saya ketahui tidak terlalu stylish. Banyak juga teman saya yang bukan desainer tapi berpakaian sangat stylish. Oke, kembali ke topik, wardrobe.

Mba Mita bekerjasama dengan perusahaan saya untuk mengakomodasi pakaian untuk para pemeran wanita di film yang sedang syuting tersebut. Awalnya, saya pikir memilih pakaian sesuai karakter peran itu ternyata cukup sulit. Tapi kesulitan itu bisa dikurangi dengan adanya sponsorship dari brand busana. Brand tersebut akan menyediakan beberapa busana untuk kemudian dipilih oleh mba Mita yang cocok dengan karakter peran yang diinginkan. Jadi, mba Mita gak perlu krasak krusuk keluar masuk banyak mall untuk mencari busana yang diinginkan. Setelah saya observasi, ternyata, pekerjaannya tidak terlalu sulit (nampaknya).

Tapi kemudian saya melihat film Indonesia yang sudah tayang di bioskop. Film itu mengambil setting akhir tahun 1800an. Wah, ini yang sulit menurut saya. Mencari, mengumpulkan, mencocokan, observasi, membaca referensi wajib dilakukan demi mendapatkan pakaian yang tepat untuk peran yang tepat pada masa yang tepat dan pada adegan yang tepat. Kebanyakan busana yang dibutuhkan tersebut tentunya sudah jarang tersedia dimanapun.

Saya jadi amat sangat tertarik sama pekerjaan sebagai wardrobe ini. Ah, suatu saat saya mau mencobanya. Dare to challenge me?

Rabu, 04 November 2009

InterAction 2010

ga kerasa... ini tahun kedua kami menyelenggarakan trend fashion show by up2date.. tahun ini tidak setegang dan se-deg degan taun sebelumnya. alhamdulillah lancar.. cerita selengkapnya menyusul.. :)


Senin, 22 Desember 2008

transconic 2009 : behind the scene

Berawal dari ide Bu Irna yang ingin membuat trend busana muslim 2009 versi up2date dan langsung direspon positif oleh Bu Tia dan Bu Isni, terwujudlah Transconic 2009 by up2date 17 Desember 2008 di Four Seasons Hotel, Jakarta. Bu Irna lalu membuat kolase, story board dan definisi dari transconic itu sendiri. Transconic terdiri atas 4 sub tema yaitu iconic, urban style, nature spirit dan transmutation. Warna warnanya pun telah dikelompokan untuk masing masing sub tema oleh beliau. Perjuangan baru dimulai, kawan!

Cerita pun berlanjut ke penunjukkan 4 desainer untuk menjadi penanggung jawab dari masing masing tema. Tidak sulit, karena karakter dari Rani, Rini, Lia dan Fetik memang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Pencarian bahan untuk setiap sub tema pun dimulai. Dari ujung Cigondewah sampai Mayestik dan Mangga Dua Jakarta dijelajahi demi mendapatkan bahan yang sesuai. Karena pemotretan untuk keperluan iklan harus didahulukan, maka focus utama lebih ke mencari 'nyawa' dari setiap sub tema dan diwujudkan dalam satu baju per temanya.

Bahan telah didapat, kini tiba saatnya masuk pola dan jahit. Diskusi tidak henti hentinya dilakukan. Para operator jahit sampai harus lembur terus menerus demi memenuhi target waktu yang telah ditetapkan. Bayangkan, alokasi waktu untuk pola + jahit efektif hanya 1 bulan saja! Fisik dan mental kadang drop di tengah jalan, untuk membangkitkannya lagi harus dengan sedikit skill. Sekali waktu gue kasih mereka multivitamin kaplet, minggu depannya vitamin C dosis tinggi dan diminggu berikutnya mereka dapat jatah buah apel. Alhamdulillah, tidak ada yang sampai tumbang.

Sambil proses jahit terus berlanjut, presentasi kepada manajemen pun diadakan untuk melihat sampai sejauh mana persiapan dari hal baju. Satu bulan menjelang show, baju yang selesai jahit baru 40%nya saja! Huh, betapa kerasnya detak jantung ini berdebar. Ngeri. Pada saat itu pula, Bu Irna harus menunaikan ibadah haji dan mau tak mau mempercayakan baju-baju show kepada kami (para desainer dan gue). Dukungan dari Bu Isni dan Bu Tia selama Bu Irna tidak berada di Bandung sangat membantu kami semua.

Satu minggu menjelang show, semua baju telah selesai jahit. Ouw, tapi banyak juga yang belum mencapai proses finishing! Celana panjang belum memakai kancing, kancing sudah terpasang tapi belum dilubangi, aplikasi-aplikasi belum selesai dan masih banyak hal lain ternyata. Desainer juga harus menyertakan gaya kerudung mereka masing – masing dan kemudian didokumentasikan. Semua orang sibuk, dan gue heran, kenapa banyak hal baru terpikir disaat-saat akhir menjelang ya?

Satu minggu menjelang show adalah hal tersibuk daripada sebelumnya. Puncak dari segala emosi yang terpendam sehingga melahirkan gesekan, miskomunikasi dan intoleransi antar personil satu sama lain. Beruntunglah hal tersebut dapat diredam. Karena kami tau, hanya perlu satu orang untuk membuat satu ide atau gagasan, tapi butuh banyak orang untuk mewujudkan ide dan gagasan tersebut.

Day D-2, atribut dan perlengkapan seperti kerudung banyak yang belum beres. Mau tak mau, semua penjahit dikerahkan untuk menyelesaikan elemen terpenting dari keseluruhan penampilan di atas panggung nanti. Cek dan ricek pun dilakukan, demi ketiadaan hal yang mungkin akan terlewat. Hari ini adalah hari terpanjang, rasanya satu hari tidak cukup hanya 24 jam.

Day D-1, teman-teman sudah pergi ke Jakarta terlebih dahulu untuk menghadiri acara agent gathering dan juga sekaligus trunk show (show internal yang diperuntukan kepada agen dalam menentukan jumlah pcs baju yang ingin dipesannya). Gue, ditinggal di Bandung untuk sekali lagi mengecek semua hal yang diperlukan pada saat show agar tidak ada yang terlewat. Hari itu, gue berangkat menggunakan truk yang berisi semua barang keperluan show barengan sama Bang Yos sang fotografer. Alhamdulillah, kami sampai ke Jakarta dengan selamat. Malamnya, kamipun mulai (lagi) untuk mengecek perlengkapan dan asesoris. Ternyata tetap saja ada yang kurang, kaos kaki! Hehe.. duh, klo cuma kaos kaki mah bisa dibeli di Jakarta ( ngegampangin mode ON). Setelah jam 9 malam, kami pun larut dengan pikiran masing-masing, akan seperti apa show besok ya?

The D day. Sibuk, sibuk dan sibuk. Dari pagi buta. Dari mulai angkut barang sampai penataan barang di backstage semua orang ikut terlibat. Ribet, riweuh, lieur, pabaliut, paciweuh pokonya semua bahasa Sunda yang menggambarkan betapa heboh dan crowdednya di backstage menjadi kata yang paling tepat. Sampai pada akhirnya beberapa menit menjelang acara dimulai, semuanya tegang. Ketika diumumkan oleh MC “inilah Transconic 2009 by Up2date”, waktu tiba tiba seakan lambat bergulir, tapi setelah itu malah semakin cepat, semakin cepat dan semakin cepat seiring dengan degup jantung kami semua. Waktu 30 menit tidak terasa lama, ternyata show telah berakhir, ditandai dengan majunya Rani, Lia, Rini dan Fetik keatas panggung. Hhhhhhhh… legaaa… bangga… haru biru… sedih… senang… bahagia… lemes… cape… semua nyampur jadi satu dalam satu tangisan. Alhamdulillah Kau memberi kelancaran Ya Rabb!!!

Backstage after show. Baru terasa banyaknya kekurangan yang kami lakukan pada saat show. Lebih dari satu kasus! Ada yang lupa dikancing, lupa pake dasi, belt pindah jadi syal, celana yang ngatung alias kependekan, kalung pindah jadi bandana, sampe adanya kasus satu baju dipakai dalam 2 sequence karena keteledoran crew! Huhuy! Tapi overall, untuk ukuran pertama kali menyelenggarakan show tunggal 80 baju, rasanya kami sudah bisa dibilang lumayan :D . Evaluasi diri dan tetap tawadhu harus senantiasa tertanam dalam diri kami. Jangan cepat terlena oleh kepuasan sesaat.

Day D+1. Di kantor iseng – iseng buka search engine dan ngetik kata transconic 2009, dan hei, sudah ada liputannya! Duh, bangganya! Bu Tia bilang, semoga hal ini menjadi berkah bagi kita semua. Amin! Show Transconic kemarin menurut gue adalah langkah awal bagi perusahaan untuk menancapkan kukunya di dunia fashion tanah air dan internasional. Semoga Up2date semakin maju. Amin!

*ditulis dengan perasaan bangga dan mengharu biru setelah melihat banyaknya liputan dari dalam dan luar negeri, dan setelah mendapatkan email dari manajemen yang menyatakan rasa terima kasih. Hiks hiks hiks… Terima kasih juga atas kerjasama temen – temen semua, tim Bandung dan tim Jakarta, sukses selalu!

Kamis, 18 Desember 2008

show transconic 2009



inilah, transconic 2009 backstage crew!



alhamdulillah, show telah berlalu, tangisan bahagia telah meluncur dari pelupuk mata, legaaaa... cerita selengkapnya, menyusul!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...