Rabu, 06 Oktober 2010

Meet and Greet with Pio

Masih ingat Pio?

Saya baru kenal Pio pas trip ke Jogja kemaren. Saat itu, yang kenal Pio baru Rini aja.

Hari Minggu kemarin, saya mengajukan diri untuk ikut merapat bersama Dicky, Atha dan Anes. Rencananya hari itu kami mau jalan jalan ke Lomography (flagship storenya Lomo) sama nganter Dicky dan Anes pulang ke Bandung via Gambir, karena mereka pengen naek kereta.

Selesai mampir ke Lomography kami langsung ke Gambir. Hujan gak brenti turun. Gerimisnya awet. Kami naek bis Bianglala (Atha bilang nama bisnya unyu!). Sampe Gambir, ujan sudah sedikit reda. Kami memutuskan beli tiket dulu untuk Dicky dan Anes. Selesai beli tiket, kami memutuskan untuk ke Monas, pengen foto foto.. Biar eksis.. hahaha.. Belum puas foto - foto, ujan turun dengan deras aja gitu dalam satu waktu. Saya, Atha, Anes dan Dicky langsung balik ke Gambir lagi.

Sampe Gambir, karena waktu keberangkatan Dicky Anes masih 45 menit lagi, kami pun memutuskan untuk ngupi ngupi dulu di sebuah kedai. Pas lagi celingak celinguk, tiba tiba aja ada suara cewek manggil, "Dewi!" Dan taukah siapa dia? Pio!!!!

Sebuah kebetulan yang luar biasa!! atau memang sudah takdir?

Saya langsung aja kenalin Pio ke Atha, Anes dan Dicky. Selanjutnya? Foto - foto! teuteup :D




Saya gak nyangka bisa ketemu Pio lagi. Karena setelah trip Jogja, Pio terus ke Bali dan akan pulang ke Jerman. Rumahnya Pio di Kuningan, jadi sangat kecil kemungkinan untuk ketemu lagi. Tapi memang udah ditakdirkan atau kebetulan ketemu, ya Alhamdulillah.

So long Pio! Till we meet you again!!




Kamis, 30 September 2010

Rong Genk : Road On Never ending Glory Genk

Apa yang terlintas dalam pikiran temen temen tentang judul di atas? yang jelas, itu bukan judul buku ya, apalagi judul surat cinta. Nama dan kepanjangan judul di atas disahkan sebagai nama geng jalan jalan kami sewaktu trip ke Pulau Tidung, Juli 2010.

Setelah trip ke Tidung itu, kami jadi sering banget ngumpul dan ngobrol-ngobrol untuk merencanakan trip trip selanjutnya. Trip kedua kami ke Jogja, tapi tidak dalam formasi lengkap seperti waktu ke Pulau Tidung. Ke Jogja kemarin yang ikut hanya 5 orang, dari formasi asal 9 orang. Tapi kami punya tambahan teman 3 orang, jadi geng kami ini secara tertulis bertambah jadi 12 orang tambah satu orang anggota lagi yang jarang ikut trip tapi rajin ngumpul jadi total 13 orang.

Geng jalan jalan ini punya latar belakang anggota berbeda-beda dengan rentang umur 17-38 tahun. Secara teori mungkin susah ya menyatukan dalam satu geng? Tapi ternyata, kami bisa. Di geng kami ini, dilarang jaim, dilarang gengsi dan dilarang menyebalkan :D harus ikut serta dalam segala macem games yang diadakan sama anggota geng. Game paling favorit adalah gagarudaan, dimana kita wajib menyebutkan satu nama sesuai dengan huruf awal yang keluar di game, sesuai topik. Kalo kita gak bisa jawab, kita bakal kena hukuman. hukumannya macem macem, ada dicepret pake sedotan, ditimpuk pake buah pinus laut sampe gerak tiarap ngelewatin kolong meja.. hahaha..

yak, dari pada penasaran. segera aja saya perkenalkan para anggota Rong Genk. Jeng jreng...




Rong geng formasi Tidung : Dicky, Rhyan, Tedi, Allit, Atha, Ria, Rita, Rini, Dewi


Rong geng formasi nongkrong (maap kecil, soale pake bb) tambah Dinne


Rong geng formasi Jogja - Borobudur tambah Pio, Agung dan Ajuy





Rong geng formasi Malang-Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru
tambah Yuda, Sadriz, Ira, Dido dan Mba Harni




Next trip : Teluk Kiluan dan tempat lainnya yang masih dalam tahap pembicaraan. Dare to challenge us? or do you want join us? feel free to contact us.. ;)



Senin, 27 September 2010

Travelling : Borobudur

Sebuah tawaran datang ke saya dari seorang teman. Dia ngajak pergi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, mengunjungi tempat tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Saya setuju. Semenjak pulang dari Pulau Tidung bulan Juli lalu, saya belum pernah jalan jalan ke luar kota lagi. Teman saya berencana untuk liat sunrise di Borobudur, tapi batal, karena tiket masuknya dua ratus ribu rupiah aja. Tapi kami tetap memutuskan untuk berangkat ke Borobudur karena terkahir kali kami kesana, sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.

Kami berangkat 8 orang menggunakan mobil A***za. Jam 6 pagi kami sudah sampai di Borobudur dan langsung masuk ke lokasi. Diatas jam 6 pagi harga tiket normal kembali. Hari Senin - Jumat, harga tiket IDR 18.000, weekend IDR 23.000. Pemandangan diatas jam 6 pagi masih sangat indah. Borobudur dikelilingi oleh kabut dan udaranya sangat segar.









Miss you already, Borobudur!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...