Rabu, 29 Desember 2010

Traveling : Malang-Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (1)


Hari ini, saya bersama 11 orang lainnya akan pergi ke Malang-Bromo. Kami terbagi atas 4 kelompok pemberangkatan, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Kami semua insyaAllah akan bertemu di Stasiun Malang tanggal 30 Desember 2010.


it's my ticket to ride!


I will posted every-single story of our journey to Malang - Bromo, soon!

......... to be continued

Rabu, 22 Desember 2010

Nonton Bola di Big Screen



Ini seharusnya menjadi tiket saya dan teman teman saat laga semifinal timnas sepakbola Indonesia - Filipina leg-2 AFF-Suzuki Cup. Tapi apa mau dikata, nasib berkata lain. Dompet teman saya kecopetan saat sedang mengantri di loket penukaran tiket sektor 14 pintu VII Gelora Bung Karno. Barang yang hilang berupa 1 unit Blackberry, ponsel CDMA, uang tunai 1.4 juta, resi tiket utk 38 buah, kartu atm, kartu identitas dan kunci apartement.





Tapi kami tidak kecewa, kami masih bisa nonton di big screen yang disediakan panitia di luar stadion. Ternyata yang tidak bisa masuk karena masalah tiket bukan hanya kami. Hampir semua pendukung timnas Indonesia yang menonton bersama kami sama sama tidak dapat tiket karena satu dan lain hal.

Saya, baru kali ini nonton bareng pertandingan sepakbola di big screen, outdoor dan masih dalam kompleks GBK. Alhamdulillah cuaca cerah, bulan hampir purnama tepat di atas kepala kami. Bersama saya saat itu bukan hanya para pria, para wanita pun ternyata banyak! Ah, saya jadi merasa aman. :)

Ketika pertandingan akan dimulai, kami sudah siap posisi enak. Kiri kanan kami lapang dan bisa selonjoran kaki. Wah, nyaman banget ya ternyata, pikir saya. Lagu Indonesia Raya mulai berkumandang dan diakhiri dengan saling berjabat tangan antar pemain dari kedua kesebelasan. Tapi ada yang aneh! Saya hanya belum ngeh, apa yang bikin aneh?

Babak pertama pun dimulai. Yel yel dan lagu Garuda di Dadaku mulai kami nyanyikan bersama sama. Tapi saya mengerutkan dahi, ini semakin aneh! Mengapa Zulkifli berubah posisi menjadi bek kanan ya? Usut punya usut, selidik punya selidik, ternyata kami nonton di permukaan screen yang salah sodara sodara!! Semua yang kami tonton jadi terbalik!! Hahaha... 

Kami pun pindah tempat ke permukaan screen yang benar dan tempatnya sudah penuh! Kami harus mencari spot terbaik, yang layarnya bisa terlihat secara utuh. Tapi semua tempat di tengah sudah tak bisa menampung kami. Akhirnya kami nonton di pinggir, bersebelahan dengan penjual bakpao, minuman dingin botolan dan siomay. Nontonnya penuh perjuangan, karena celah yang kami dapat sempit, diantara kepala banyak orang. 

Seorang penonton sempat mencela, "Waah.. offside!! Bakpaonya offside!!" Maksudnya, gerobak bakpaonya menghalangi penglihatan mereka. Yang lain menimpali, "Kok bolanya berubah jadi siomay yaaa??". Penonton yang lain ikut berteriak :
"Kayaknya nonton bola gak perlu pake helm deh!"
"Duduk lebih cakep deh, Mas!"
"Pohon ngalangin mata mending ditebang aja kali ya?"

Komentar komentar dari para penonton di samping, depan dan belakang saya lucu dan kocak. Saya ngakak ngikik sampe sakit pipi dan kulit perut sepanjang pertandingan.

Pertandingan malam ini berakhir dengar skor 1-0 untuk Indonesia. Kami semua senang dan lega. Tapi, saya gak mau nonton bola di outdoor lagi ah, masuk angin! :P


**Pada saat Christian Gonzales membuat gol spektakuler dengan kaki kirinya, semua penonton berdiri dan loncat loncat, ekspresi dari kepuasan dan kebahagiaan! Jujur, saya gak bisa melihat proses terjadinya gol pada saat itu karena pandangan terhalang, jadi pas semua orang teriak GOL, saya hanya ikut-ikutan aja. :D



Rabu, 15 Desember 2010

Microsoft Bloggership 2011 : milikilah blog, buat tulisan di dalamnya dan jadilah inspirator!

Prolog

Ada beberapa orang yang menjadi inspirator saya (saya pernah posting juga), salah satunya adalah Tony Raharjo, seorang penulis dan trainer asal Bandung. Melalui tulisannya, saya jadi tergerak untuk menjadi penulis, minimal penulis blog. Saya menuliskan apa saja yang pada saat itu ada dibenak saya. Cerita lucu, sedih, haru, bangga, marah, capek, senang, pokonya semua emosi lengkap tersaji di blog saya. Saya menulis tanpa ada harapan blog saya akan disukai orang, yang penting tulisan tersaji dengan tulus. Ketika tulisan kita mendapat apresiasi, maka itu adalah bonus.



Awalnya, saya buat blog hanya untuk menyenangkan diri sendiri dan mengikuti saran teman saya. Teman saya bilang, kalo mau dapat pacar, salah satu tipsnya adalah dengan membuat blog (alasan ini sangat gak masuk diakal sebenarnya, tapi saya nurut aja). Selain blog, saya juga kerap menulis di catatan pada akun facebook pribadi saya. Saya tidak pernah menyangka kalau tulisan saya banyak mendapat apresiasi dari sahabat. Mereka bilang tulisan saya bagus dan saya sangat senang!

Pada sebuah periode, selama beberapa bulan, saya non aktif dari dunia tulis menulis di blog. Pernah dalam satu bulan, saya tidak posting sama sekali! Saya merasa bingung pada saat itu, saya tidak tau apa yang bisa saya tulis. Sampai pada suatu saat, seorang sahabat mengajak saya untuk hiking. Saya saat itu merasa aneh, gak biasanya sahabat saya itu mengajak saya hiking, kalo ngajak nongkrong sih sering :P. Saya bilang, "tumben dikau ngajakin hiking?". Sahabat saya menjawab, "Iya, terinspirasi dari tulisan kamu!". DUEEEENNGGG...


Opini

Menulis, adalah sebuah skill yang menurut saya cukup penting untuk dikuasai oleh kita. Tanpa sadar, kemampuan menulis kita sebenarnya dapat mencirikan keberadaan kita. Keberadaan situs jejaring sosial, dapat dengan mudah menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan kita dalam menulis. Pernahkah anda membaca tulisan seseorang di Twitter atau Facebook yang tak dapat anda pahami isi dan maknanya? Sangat mengganggu bukan?

Sepotong informasi, yang sedianya penting, bisa menjadi tidak penting jikalau kita menuliskannya tidak benar. Sebuah berita, akan menjadi rancu dan ambigu, jika kata yang dipilih tidak tepat. Opini saya, menulis disebut sukses, apabila maksud dan isi tulisan, dapat dipahami oleh pembaca. Akan lebih istimewa lagi, jika tulisan tersebut dapat menjadi inspirasi orang lain.



Apresiasi

Saya terkejut mendapati seorang sahabat membuat sebuah blog dan mulai menulis. Sahabat saya itu sebelumnya amat sangat jauh dari dunia tulis menulis. Ketika saya bilang, "Wah, ada saingan blogger baru nih!". Sahabat saya bilang, "Yup, terinspirasi dari www.dailydewi.blogspot.com". Dan hidung saya pun kembang kempis dimana disaat yang sama hati saya melambung tinggi karena perasaan senang! Terima kasih!

:) :) :)

Minggu, 12 Desember 2010

He's Just Not That Into You (bukan resensi buku)

Sebagai wanita dengan masalah quarter-life-crisis, saya dan sahabat sering banget ngobrol tentang semua hal yang menyangkut hubungan pria-wanita. Kami punya banyak cerita yang berbeda tentang itu. Kesamaannya hanya satu, gimana sih cara mengerti pola pikir dan tingkah laku pria-pria di luar sana ituh?

Sebuah buku karangan Greg-Liz yang kemudian dijadikan film dengan judul yang sama (lihat di sini) membuka mata kami semua. Hellooooo??!! Ternyata, pria itu tidak serumit yang kita kira! Saya setuju dengan pendapat Greg, yang membuat pria itu terlihat rumit, karena kita banyak membuat dalih akan tingkah laku mereka.

"The bottom line is that men are not complicated and there are no mixed messages. If he doesn't ask you out, call you soon after a date, or want to come inside with you after a date, then he's just not that into you"
 that simple!

Contoh lain, pria itu tidak suka/cinta pada kamu jika :
  • dia hanya ingin berteman denganmu, 
  • dia tak punya waktu buatmu hanya untuk sekedar menyapa, 
  • dia bilang nyaman dekat denganmu tapi hanya pada saat dia butuh kamu,
  • kamu hanya menjadi tempat curhat ketika dia baru putus atau cerai dari pasangannya
  • kamu banyak memberi perhatian sedangkan dia tidak
  • ... (bersambung, berhubung saya lagi gak pegang bukunya pas tulisan ini dibuat)

So, ladies, berhentilah membuat dalih dan merasa geer! Mengejar cinta seorang wanita adalah naluri alami seorang pria, so live with it! Biarkan mereka mengejar mu! peace yo! :)



*tulisan ini didedikasikan untuk semua sahabat wanita :)

Sabtu, 04 Desember 2010

worktips ala Dewi



Sebagai seorang pekerja, saya tentunya telah merasakan lumayan banyak pengalaman bagaimana menjadi seorang pegawai yang baik *cuih*. Saya sempat iseng iseng menuliskannya sebagai worktips di status twitter beberapa hari kemarin, tentunya dengan gaya saya. Responnya luar biasa! Ternyata banyak juga teman teman yang merasakan hal sama. 

Saya coba tulis ulang worktipsnya. Semoga bermanfaat! Terutama untuk teman teman yang belum pernah bekerja, atau bekerja tapi gak peduli, atau bahkan sudah bekerja tapi mati gaya. Enjoy!

Worktips a la Dewi
  • Membela diri gak ada gunanya. Orang lain lebih senang ingat kesalahan kita, bukan kebaikan kita.. Dan itu dibahas terus!
  • kalo mau cepet dpt respon dalam hitungan detik, buatlah kesalahan!
  • Lupa ternyata bukan kodrat seluruh manusia, karena level staf dilarang lupa..
  • pandai2lah mengambil hati bos. Politik kantor itu bikin eksis loh..
  • simpan ide brilian anda! Keluarkan satu persatu saja krn ketika anda resign takada satupun yg peduli..
  • Merasa butuh istirahat? Cuti? Libur? Lupakan! Karna anda begitu berharga bagi perusahaan.. *cuih*
  • anda lebih pintar dari rekan2 anda? Sebaiknya resign saja! Tempat anda bukan di sana! :D
  • hati2 pada tmn yg bermuka manis dan berkata-kata indah karena dialah yg akan menusukmu paling dalam.
  • basa basi itu penting! Ayo, perbanyak perbendaharaan kosakata anda! ;)
  • menjadi idealis berarti harus siap dikucilkan oleh rekans satu kantor...
  • berani bersikap tegas dan bilang tidak atau selamanya anda akan selalu diinjak2 dan diremehkan :)
  • posisi anda bos? milikilah pendirian! Plin plan itu so 80ies! :P
  • ingin difasilitasi penginapan+watersport gratis saat liburan k bali oleh bos? Organize backstage trendshow 2 kali + 1 kali fgd
  • selalu ucapkan terima kasih pada rekan yg bekerjasama dgn kita sebagai bentuk apresiasi.. Sederhana namun bermakna..
  • Kita adalah ancaman bagi orang2 yg tidak suka akan kerjakeras kita..
  • Sudah 5 thn mrasa mandeg dan susah naik jabatan? Sabar! Bos anda menunggu lebih lama dari anda untuk menjadi seperti sekarang :D
  • sky is the limit. Jangan biarkan 'si-pencari-aman' itu menjadi penghambat mimpi anda. cuekin sajah! 


ada yang mau share tips lain?



Rabu, 01 Desember 2010

partner in crime (college series)

These following photos are me with my partners in crime (college series). We are in the same majoring and class when in college. Omen, Agus, Acay and I were at environment biology mean while Yuda is at biology education.

I made an appointment with all friends, but only them could come. We met at Roemah Kopi, Dago on Sunday (sorry, i forgot the date). We giggled about everything; memories, future, present, love and of course life. They're still the same, but in older version off course.. hahaha..

We love adventure, nature and travelling. Sancang, South Garut are our favorites. Omen, Agus and I was take Sancang as place of our thesis research and Acay was helping us. Still remember how we get there by mini bus called Darini and it was memorable!

To all my friends, environment biology and all Sancang genk, i miss you all!!




PS. I coudn't find another photos. Could you please send it to me guys???

Senin, 29 November 2010

Life is about to choose

Hidup adalah tentang memilih. Tidak memilih adalah sebuah pilihan - anonymous

Tanpa sadar, kita selalu berada dalam situasi yang mengharuskan kita untuk memilih. Ketika alarm menyala dipagi hari, akan terus tidur atau bangun? Langsung mandi atau minum kopi dulu? Pake baju apa ya hari ini? Begitu pola hidup kita seterusnya.

Bagi saya, memilih itu penting.

Ini mungkin terdengar absurd, tidak penting, remeh temeh atau apapun lah sebutannya, tapi bagi saya ini penting. Saya, hampir setiap minggu pulang ke Bandung. Saya harus memilih akan memakai moda transportasi apa, karena ini berkaitan dengan hal yang ingin saya tuju di Bandung. Jika saya langsung pulang ke rumah, maka saya akan memilih menggunakan bis jurusan Tasik atau Garut dari Lebakbulus dan turun di Cileunyi, lebih dekat dan murah. Jika saya ingin menghadiri acara kumpul-kumpul bersama teman teman di Yuky, maka saya akan memilih travel Baraya agar bisa langsung turun di Gasibu, lebih dekat dan praktis. Jika mau langsung jalan ke daerah Kings, Pasar Baru atau Alun Alun, maka saya akan memilih bis yang ke Terminal Leuwi Panjang.

Begitu pun sebaliknya jika saya dari Bandung menuju Jakarta. Saya harus dapat cermat membaca situasi dan kondisi. Di Jakarta, salah memilih jalur, akibatnya bisa menghabiskan banyak waktu untuk memutar balik dan kena macet. Hal hal seremeh itu, sekecil itu, sangat penting buat saya.

Memilih bukan hanya tentang PEMILU, bukan hanya tentang UMPTN (jaman saya dulu), bukan hanya tentang merk dan tipe kendaraan yang ingin anda beli, tapi segala hal dalam hidup anda. Karena hidup adalah untuk memilih!

Memilih bukan mengenai benar atau salah, tapi berani atau tidak. Setiap pilihan yang diambil, selalu ada resiko yang harus ditanggung, sekecil apapun itu. No regrets! Jangan pernah menyesali apa yang telah menjadi pilihan anda. Kita tidak pernah tau pilihan yang kita ambil itu sesuai atau tidak dengan yang kita inginkan, kita harus berani mencobanya!

Bagaimana dengan anda?

Jumat, 26 November 2010

bye bye Blackberry (for now)

it was my handset, Red Blackberry Curve 8310


Ah, apa apaan ini? Mengapa saya menulis judul demikian? Saya hanya mau share dampak positif dan negatif yang saya rasakan ketika saya menggunakan bb. 

Kenapa mesti repot repot nulis yang kayak gini? Karena, saya sudah memutuskan untuk tidak menggunakan bb lagi selama saya bekerja di perusahaan yang sekarang, kecuali kalo saya pindah kerja. ;)


Dampak positif yang saya rasakan :
  • tidur saya lebih nyenyak
  • pikiran saya lebih tenang
  • saya bekerja "sesuai" dengan jam kerja yang telah ditetapkan oleh Depnakertrans
  • bisa berlibur dengan santai
  • terhindar dari pikiran negatif
  • beban tas saya berkurang
  • punya waktu banyak untuk bersosialisasi dengan keluarga dan sahabat
  • telapak tangan gak pegel - pegel lagi
  • radar telinga saya bisa beristirahat diwaktu malam

Dampak negatif yang saya rasakan :
  • pulsa agak membengkak
  • gak bisa curhat dan gosip "gratis" ke sahabat via bbm/ym/gtalk
  • gak terlalu eksis lagi di twitter dan facebook
  • gak bisa pake google maps lagi kalo nyasar


Oh, sudah? Dampak negatifnya hanya empat? Berarti keputusan saya sudah tepat kan? ;)


Rabu, 24 November 2010

menjadi stylish adalah pilihan?



Sebagai salah seorang pekerja di industri fashion, saya dituntut harus mengerti dan memahami dunia fashion itu sendiri. Dunia fashion itu sangat dinamis. Perubahannya bisa secepat dan semudah membalikan telapak tangan. Setiap tahunnya selalu ada pencanangan mengenai tren, baik itu pada pakaian, sepatu, asesoris, tas dan lain sebagainya. Saya perhatikan, umumnya, tren itu selalu berulang.







Saya bukan penyuka tren, tapi saya suka fashion dan sedang berusaha untuk menjadi stylish. Apa itu stylish? Silakan baca ulasan Hanzky dari Fashionese Daily tentang stylish di sini. Saya kutip sebagian dari tulisannya Hanzky.

 "........ To have a style, you have to know what works and looks best on you, your shape, your skin color and what fits your personality. Style is usually influenced by things like culture, nationality, music, arts, age and a myriad of other factors. It’s something that is so you. Being stylish is about looking good and dressing according to the occasion, whether or not the clothes are from the current trend is irrelevant. You can be stylish without being fashionable." 

Saya setuju dengan pendapat Hanzky di atas. Menurut saya, stylish tidak diukur dari bagaimana dia selalu mengikuti tren dengan langsung diaplikasikan pada gaya berpakaiannya sehari-hari, tapi bagaimana dia dapat mengaplikasikan model pakaian yang tepat bagi bentuk tubuhnya pada saat yang tepat di tempat yang tepat pula. Being stylish is truly being your self and its comforting you. Semuanya berpulang pada rasa percaya diri masing masing.

Sebelumnya, saya sangat jauh dari dunia fashion apalagi punya keinginan untuk terlihat stylish. Saya jadi ingat, jaman saya SMP - SMA dulu, saya sering mengamati cara teman teman saya memakai baju. Saya tidak terlalu memikirkan apa kekurangan dan kelebihan dari tubuh saya. Apa yang happening saat itu pasti saya ikutan beli dan ikutan pakai, padahal belum tentu cocok buat saya. Jaman SMA dulu, brand is number one! Gak peduli bentuknya kayak apa, cocok apa engga, yang penting branded! Gengsi sangat penting banget waktu itu. Baju saya pun terbatas, karena urusan brand yang mahal bikin orang tua membatasi saya untuk gak menghabiskan uang hanya untuk pakaian. "Masih banyak yang lebih penting!" gitu kata orang tua saya.

Memasuki kuliah yang notabene gak pake seragam, mewajibkan saya untuk mulai berpikir keras bagaimana agar terlihat keren dan stylish setiap hari dengan pakaian yang berbeda tapi dengan budget terbatas. Saya dan teman sering kali hunting ke Cimol (tempat jual baju baju bekas pakai impor) karena harganya yang murah meriah. Saya pun mulai bisa bernapas lega. Sedihnya, saya harus bangun lebih pagi untuk mikirin hari ini pake baju apa ya? what a classic story, huh? :D Menjadi suatu kebanggaan bagi saya ketika ada seorang teman yang memuji saya dengan bilang, "Dewi pake baju apa aja pasti keliatan keren dan enak diliat". Sekarang saya jadi tau apa maksud perkataannya, i'm stylish!! hehehe...

Saya banyak mengamati teman teman disekitar saya sejak dulu sampe sekarang. Dan, menurut saya, menjadi stylish itu pilihan. Banyak teman yang ogah ribet seperti saya, yang mau pake baju apa hari ini energi mikirnya sama dengan mikirin ujian tengah semester. Teman saya kebanyakan anak kost yang bajunya gak banyak. Kadang, baju yang sama dipake dua hari berturut-turut. Wuih, bukan gue banget itu mah! :P Banyak juga teman saya yang punya satu model baju tapi bisa dibikin sampe dengan 10 motif yang berbeda.. Niat banget! hahaha.. Tapi bisa jadi, dia udah nyaman dan cocok dengan model baju seperti itu, makanya dia bikin lebih dari satu.

Ada juga sahabat saya yang menurut saya amat sangat stylish. Saya banyak mendapat inspirasi dari dia. Ya jelas, karena profesi dia desainer. Eh, tapi, teman saya yang lain, sama sama desainer juga ada yang tidak terlihat stylish. Tapi saya akui, saya sangat moody. Pada suatu saat saya terlihat stylish, pada saat yang lain saya terlihat sangat tidak stylish. 


Oya, saya juga pernah sedikit berpikir tentang korelasi antara stylish dengan ketersediaan dana yang cukup untuk mendukung itu. Stylish kemungkinan besar lebih didominasi oleh para wanita dan atau pria yang berdaya beli tinggi. Untuk golongan ekonomi lemah, punya baju lebih dari satu saja sepertinya sudah sangat bersyukur. Tapi pemikiran saya itu kemudian dipatahkan oleh mata saya sendiri. Ada beberapa orang teman yang termasuk kalangan the haves, tidak terlalu stylish. Entah karena alasan berhemat, memang tidak terlalu interest utk menjadi stylish, jarang mencari informasi atau kelewat pelit? hehehe... 


Nah, seperti saya bilang tadi, menjadi stylish itu pilihan. What do you think?



Selasa, 16 November 2010

Traveling : Curug Malela


Saya sudah mendengar cerita tentang Curug Malela sejak tahun 2008. Setelah browsing sana sini, saya tertarik banget pengen liat langsung keindahannya.

Rencana pergi ke Curug Malela beberapa kali batal. Awalnya saya akan berangkat dengan rekan rekan majelis ta’lim pertengahan 2008, batal. Akhir 2008 dengan teman teman kantor, batal. Pertengahan 2009 dengan teman teman kuliah, batal. Sehabis lebaran dengan rong geng, batal. Baru kesampaian hari Minggu kemaren bisa berangkat, itu pun dadakan atas ajakan Agung, salah satu anggota rong geng juga. Rencana ini hampir batal juga karena beberapa rekan rong geng ternyata gak bisa ikut (hmmm.. saya baru tau alasan kenapa mereka gak bisa ikut.. damn! :P). Kami berangkat bertujuh dengan formasi empat orang pria dan tiga orang wanita.

Seperti biasa, setiap saya akan berangkat menuju suatu tempat, saya pasti akan banyak cari referensi. Kebanyakan sih browsing dan blogwalking. Google maps tetep jadi andelan. Modal penting untuk berangkat ke Curug Malela gak cukup dengan insting dan informasi hasil browsing tapi juga tetep harus rajin tanya-ing. Banyaknya simpangan dan pertigaan akan bikin kita bingung, pada beberapa tempat gak tersedia petunjuk jalan.

So, how to get there?

Saya hanya akan kasih petunjuk arah. Curug Malela adanya di Kampung Manglid, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Kira-kira rutenya begini : Pintu tol Padalarang – Batujajar – Cililin – Sindangkerta – Gununghalu – Bunijaya – Rongga – Manglid. Perjalanan dari BTC Pasteur sampai ke Curug Malela menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan menggunakan mobil.





Tips dari Agung sang pengendara Landrover di daerah ini adalah :
  1. Hati hati jalan sempit. Banyak motor lalu lalang
  2. Sering sering liat spion sebelum pindah jalur, karena sering kali pas kita mau susul kendaraan di depan kita, motor di belakang ikut ikutan nyusul.
  3. Bunyikan klakson kalo nemu belokan tajam sebelum belok, karena motornya ga pernah minggir, sukanya ambil jalur tengah. Bahaya kan?

Kami sempat tersesat di daerah Sindangkerta – Gununghalu. Seharusnya, untuk mencapai Bunijaya, kami belok di pertigaan yang ada Bank BRI Gununghalu. Pertigaan lainnya yang menjadi patokan adalah pertigaan Bunijaya-Rongga, tepat sesudah Alfamart Bunijaya. Di pertigaan Bunijaya – Rongga itu banyak tukang ojek mangkal sebelah kanan ke arah Rongga. Di tempat mangkal tukang ojek itu ada petunjuk jalan nempel, tulisannya : à RONGGA 1000 Meter. Pastikan kita awas membaca tanda, atau, kalo gak mau repot, tinggal tanya sana sini aja.





Setelah masuk pertigaan menuju Kecamatan Rongga, kita akan menemukan perkebunan teh Montaya. Jalan di sini cukup membingungkan, banyak pertigaan yang bikin kita harus terus menerus tanya sama penduduk sekitar, lagi lagi, akibat ketiadaan petunjuk jalan yang memadai. Petunjuk jalan kecil  ada di depan pertigaan sebelum belok kanan dengan tulisan MARELA --> . Hmmm, jadi yang bener tuh Marela apa Malela yak? Jalan rusak dan berbatu akan kita temukan sepanjang perkebunan teh dan setelahnya.

Patokan terakhir bagi kendaraan selain jip atau kendaraan offroad lainnya dan motor adalah SD CICADAS dan SMPN Terpadu. Disinilah kendaraan harus diparkir, karena setelah patokan ini, jalannya luar biasa berbatu. Jarak ke Curug Malela dari patokan ini kurang lebih 3 kilometer. Karena kami menggunakan Landrover, kami bisa sampai ke tempat pemberhentian dengan jarak kurang lebih satu kilometer lagi menuju Curug. Lumayan, buat menghemat tenaga J.




Kami pikir, kami tak akan menemukan pertigaan lagi setelah pemberhentian mobil paling terakhir ini. Ternyata salah sodara sodara! Baru jalan sekitar 50 meter, kami sudah menemukan pertigaan dan kami gak ketemu satu orang pun untuk kami mintai informasi. Phew! Alhamdulillah, setelah beberapa menit menunggu, datanglah seorang Bapak yang baik hati mau memberi info arah. Siap siap ya kawan, perjuangan menaklukan medan menuju curug baru saja dimulai! Yang suka merokok tapi jarang olahraga, siap siap aja berasa mau pingsan.


Curug Malela terlihat dari kejauhan




Tips dari saya :
  1. Aturlah pernapasan anda dengan menarik napas dari hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Lumayan menambah oksigen loooh ;)
  2. Sebelum berangkat, perut jangan sampai kosong, karena medan yang sulit dan perjalanan panjang akan menghabiskan energi anda.
  3. Gunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki sol dengan gerigi untuk mencengkram tanah. Tanah menuju curug licin dan berbatu.




Penting untuk diingat, jangan terlena untuk terlalu bahagia ketika sudah sampai curug, karena perjalanan pulangnya itu sungguh luar biasa capek! Terutama untuk anda yang kurang memperhatikan daerah lutut.. hahaha..

Well, it’s a wrap! Happy traveling!






Jumat, 05 November 2010

Sampai Jumpa!

Hari ini, seorang teman telah pergi. Keluar dari tempat kerja kami setelah lebih dari dua tahun mengabdi.

Tentunya, saya dan teman teman yang lain, ingin tau alasan kepergiannya.

Jawaban sama yang saya dapatkan dari seseorang yang memutuskan untuk pindah kerja. GAJI diperusahaan yang lain lebih tinggi dan hari kerja hanya LIMA dalam seminggu. Dua hal ini yang memang tidak didapatkan di sini, sampai hari ini.

Sampai jumpa kawan! Semoga di tempat baru, kau mendapatkan hal yang tidak kau dapatkan di sini.

Ciao!

Kamis, 28 Oktober 2010

Nongkrong : Yuky Penkeik









Saya suka ngobrol ngalor ngidul sama sahabat tercinta. Topik apa aja bisa jadi bahan obrolan dalam durasi yang gak sebentar. Hal itu harus dapat diakomodir oleh tempat nongkrong yang asik, boleh lama lama stay di situ dan harga produknya gak terlalu mahal.


Dulu ampe sekarang, tempat nongkrong favorit anak Bandung selalu di Ngopi Doeloe begitu pula saya. Tapi terus karena udah over crowd, penuh terus, spertinya mesti nyari tempat nongkrong baru yang bisa mengakomodir keinginan saya dan sahabat. Sampai pada suatu ketika, seorang sahabat ngajak ketemu di tempat yang namanya masih asing bagi saya, Yuky Penkeik.


Yuky Penkeik adanya di belokan persimpangan jalan Teuku Umar dan Teuku Angkasa, tepatnya di  Jln Teuku Angkasa 28 b BandungTempatnya tidak terlalu besar, dilengkapi bangku kayu panjang yang ergonomis dan meja yang sepadan dengan kursinya dan diiringi musik jazz lounge. Rasanya belum pernah nemuin tempat seperti ini.

Menu utama yang ditawarkan di sini tentu saja penkeik (pancake dalam bahasa Inggris-red) dalam aneka rasa dan rupa. Favorit saya? Semuanya! Semua menu selalu saya coba dan rasanya semua oke banget rasanya. Minuman yang tersedia juga gak kalah seru, mulai jus buah, aneka teh dan kopi sampe minuman yang mereka racik sendiri. Harganya? Tentu saja sangat terjangkau!

Kang Yuky sang pemilik tempat -begitu dia biasa disapa, sangat bersahabat pada kami. Saking seringnya kami nongkrong di sana kali ya? Bahkan ketika ada kenaikan harga sedikit pada penkeiknya, Kang Yuky sampe minta maaf segala loh sama kami! Sejak sebelum keberangkatan ke Tidung, hampir selalu nongkrong di sana tiap minggunya. Bahkan sahabat di Bandung bisa sampe 3 kali seminggu ketemuan di Yuky Penkeik.

Saya belum bisa uplot foto produknya Yuky Penkeik, karena saya dan sahabat belum ada kesempatan untuk itu. Saya juga janji akan interview Kang Yuky untuk ditampilkan di blog saya ini. Doakan secepatnya ya!

Belum ke Bandung kalo belum mampir ke Yuky Peinkeik.

Masih penasaran sama Yuky Penkeik? Follow aja twitternya di sini

Rabu, 20 Oktober 2010

Jalan Kaki

Sebagai anak kos di belantara Ciledug, saya tentunya mencari tempat kos yang tidak terlalu jauh dari kantor. Jarak tempat kos ke kantor kurang lebih 300 meter saja. Setiap hari, pulang pergi kantor saya jalan kaki, kadang nebeng ke temen yg searah dan bawa kendaraan kalo lagi males.


Jalan kaki setiap hari bikin badan berkeringat dan tulang punggung padat (kata tvc sebuah produk). But I love it! I love wasting time by walking, unless it's rain outthere :P


Saya punya beberapa fakta seru yang menarik untuk diceritakan.
1. Supir ojek dan supir angkot gak bisa liat orang jalan kaki, pasti langsung ditawarin untuk sewa.
2. Saya bisa showoff outfit saya hari itu (teuteup eksis).
3. Ternyata jalanan dari dan ke kosan itu gak ada drainase yg memadai. Sering banget banjir kalo ujan.
4. Ternyata orang sini banyak yg suka buang ludah sembarangan di jalan raya. Yikes!
5. Jakarta dan Ciledug itu panas sodara!!
6. Jangan pernah pake highheels yg gak nyaman, lecet boooo!! Mending pake flat shoes or sendal jepit yang gak licin, daripada menderitaaaa.. (Pengalaman pribadi)
7. Pengendara motor dan mobil egois banyak ditemukan. Saya suka diklaksonin meskipun jalan udah paling pinggiiiiirr.. Di trotoar aja diklaksonin tauuuu..(jangan2 mereka klaksonin gara2 saya lupa pake celana ya? Amit amit!).
8. Kalo bawaannya lebih dari 5 kg yang terbagi lebih dari dua kantong, mending naek ojek atau angkot ajaaa.. Jangan menyiksa diri!
9. Sebaiknya jalan kaki dibawah jam 9 pagi dan diatas jam 4 sore. Selain itu tidak disarankan, kecuali emang kamu mau bikin kulit kamu 2 tone lebih gelap..
10. Pemakaian kacamata hitam ketika jalan kaki di Ciledug tidak disarankan. Lupakan dulu yg namanya gaya, daripada disangka tuna netra?? 



What about you? Share yours!! 



Rabu, 06 Oktober 2010

Meet and Greet with Pio

Masih ingat Pio?

Saya baru kenal Pio pas trip ke Jogja kemaren. Saat itu, yang kenal Pio baru Rini aja.

Hari Minggu kemarin, saya mengajukan diri untuk ikut merapat bersama Dicky, Atha dan Anes. Rencananya hari itu kami mau jalan jalan ke Lomography (flagship storenya Lomo) sama nganter Dicky dan Anes pulang ke Bandung via Gambir, karena mereka pengen naek kereta.

Selesai mampir ke Lomography kami langsung ke Gambir. Hujan gak brenti turun. Gerimisnya awet. Kami naek bis Bianglala (Atha bilang nama bisnya unyu!). Sampe Gambir, ujan sudah sedikit reda. Kami memutuskan beli tiket dulu untuk Dicky dan Anes. Selesai beli tiket, kami memutuskan untuk ke Monas, pengen foto foto.. Biar eksis.. hahaha.. Belum puas foto - foto, ujan turun dengan deras aja gitu dalam satu waktu. Saya, Atha, Anes dan Dicky langsung balik ke Gambir lagi.

Sampe Gambir, karena waktu keberangkatan Dicky Anes masih 45 menit lagi, kami pun memutuskan untuk ngupi ngupi dulu di sebuah kedai. Pas lagi celingak celinguk, tiba tiba aja ada suara cewek manggil, "Dewi!" Dan taukah siapa dia? Pio!!!!

Sebuah kebetulan yang luar biasa!! atau memang sudah takdir?

Saya langsung aja kenalin Pio ke Atha, Anes dan Dicky. Selanjutnya? Foto - foto! teuteup :D




Saya gak nyangka bisa ketemu Pio lagi. Karena setelah trip Jogja, Pio terus ke Bali dan akan pulang ke Jerman. Rumahnya Pio di Kuningan, jadi sangat kecil kemungkinan untuk ketemu lagi. Tapi memang udah ditakdirkan atau kebetulan ketemu, ya Alhamdulillah.

So long Pio! Till we meet you again!!




Kamis, 30 September 2010

Rong Genk : Road On Never ending Glory Genk

Apa yang terlintas dalam pikiran temen temen tentang judul di atas? yang jelas, itu bukan judul buku ya, apalagi judul surat cinta. Nama dan kepanjangan judul di atas disahkan sebagai nama geng jalan jalan kami sewaktu trip ke Pulau Tidung, Juli 2010.

Setelah trip ke Tidung itu, kami jadi sering banget ngumpul dan ngobrol-ngobrol untuk merencanakan trip trip selanjutnya. Trip kedua kami ke Jogja, tapi tidak dalam formasi lengkap seperti waktu ke Pulau Tidung. Ke Jogja kemarin yang ikut hanya 5 orang, dari formasi asal 9 orang. Tapi kami punya tambahan teman 3 orang, jadi geng kami ini secara tertulis bertambah jadi 12 orang tambah satu orang anggota lagi yang jarang ikut trip tapi rajin ngumpul jadi total 13 orang.

Geng jalan jalan ini punya latar belakang anggota berbeda-beda dengan rentang umur 17-38 tahun. Secara teori mungkin susah ya menyatukan dalam satu geng? Tapi ternyata, kami bisa. Di geng kami ini, dilarang jaim, dilarang gengsi dan dilarang menyebalkan :D harus ikut serta dalam segala macem games yang diadakan sama anggota geng. Game paling favorit adalah gagarudaan, dimana kita wajib menyebutkan satu nama sesuai dengan huruf awal yang keluar di game, sesuai topik. Kalo kita gak bisa jawab, kita bakal kena hukuman. hukumannya macem macem, ada dicepret pake sedotan, ditimpuk pake buah pinus laut sampe gerak tiarap ngelewatin kolong meja.. hahaha..

yak, dari pada penasaran. segera aja saya perkenalkan para anggota Rong Genk. Jeng jreng...




Rong geng formasi Tidung : Dicky, Rhyan, Tedi, Allit, Atha, Ria, Rita, Rini, Dewi


Rong geng formasi nongkrong (maap kecil, soale pake bb) tambah Dinne


Rong geng formasi Jogja - Borobudur tambah Pio, Agung dan Ajuy





Rong geng formasi Malang-Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru
tambah Yuda, Sadriz, Ira, Dido dan Mba Harni




Next trip : Teluk Kiluan dan tempat lainnya yang masih dalam tahap pembicaraan. Dare to challenge us? or do you want join us? feel free to contact us.. ;)



Senin, 27 September 2010

Travelling : Borobudur

Sebuah tawaran datang ke saya dari seorang teman. Dia ngajak pergi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, mengunjungi tempat tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Saya setuju. Semenjak pulang dari Pulau Tidung bulan Juli lalu, saya belum pernah jalan jalan ke luar kota lagi. Teman saya berencana untuk liat sunrise di Borobudur, tapi batal, karena tiket masuknya dua ratus ribu rupiah aja. Tapi kami tetap memutuskan untuk berangkat ke Borobudur karena terkahir kali kami kesana, sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.

Kami berangkat 8 orang menggunakan mobil A***za. Jam 6 pagi kami sudah sampai di Borobudur dan langsung masuk ke lokasi. Diatas jam 6 pagi harga tiket normal kembali. Hari Senin - Jumat, harga tiket IDR 18.000, weekend IDR 23.000. Pemandangan diatas jam 6 pagi masih sangat indah. Borobudur dikelilingi oleh kabut dan udaranya sangat segar.









Miss you already, Borobudur!!

Rabu, 22 September 2010

Wardrobe Job

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia fashion, saya secara tidak langsung juga terlibat dalam pekerjaan  orang lain. Salah satunya adalah wardrobe di film. Apa itu wardrobe? silakan cek di sini.


Seorang film wardrobe harus menyiapkan busana seluruh pemeran dan asesorisnya yang diperlukan untuk syuting film. Saya kenal beberapa orang. Koq bisa? Karena mereka menggunakan produk dari perusahaan saya untuk keperluan syutingnya. Ada syuting sinetron, iklan, ada pula syuting film. Saya lebih tertarik pada film wardrobe.

Saat ini, sebuah production house sedang syuting film yang naskahnya diambil dari sebuah buku karangan seorang penulis terkenal. Setting film tersebut adalah sekarang atau taun 2010an. Mba wardrobenya, sebut saja Mita (bukan nama sebenarnya) adalah seorang desainer (katanya), terlihat dari cara dia memakai busana yang lain dari biasanya. Tapi bukan jaminan juga sih, banyak desainer yang saya ketahui tidak terlalu stylish. Banyak juga teman saya yang bukan desainer tapi berpakaian sangat stylish. Oke, kembali ke topik, wardrobe.

Mba Mita bekerjasama dengan perusahaan saya untuk mengakomodasi pakaian untuk para pemeran wanita di film yang sedang syuting tersebut. Awalnya, saya pikir memilih pakaian sesuai karakter peran itu ternyata cukup sulit. Tapi kesulitan itu bisa dikurangi dengan adanya sponsorship dari brand busana. Brand tersebut akan menyediakan beberapa busana untuk kemudian dipilih oleh mba Mita yang cocok dengan karakter peran yang diinginkan. Jadi, mba Mita gak perlu krasak krusuk keluar masuk banyak mall untuk mencari busana yang diinginkan. Setelah saya observasi, ternyata, pekerjaannya tidak terlalu sulit (nampaknya).

Tapi kemudian saya melihat film Indonesia yang sudah tayang di bioskop. Film itu mengambil setting akhir tahun 1800an. Wah, ini yang sulit menurut saya. Mencari, mengumpulkan, mencocokan, observasi, membaca referensi wajib dilakukan demi mendapatkan pakaian yang tepat untuk peran yang tepat pada masa yang tepat dan pada adegan yang tepat. Kebanyakan busana yang dibutuhkan tersebut tentunya sudah jarang tersedia dimanapun.

Saya jadi amat sangat tertarik sama pekerjaan sebagai wardrobe ini. Ah, suatu saat saya mau mencobanya. Dare to challenge me?

Kamis, 16 September 2010

a pair of red flat shoes

Saya penyuka sepatu merah, marun tepatnya. Bagi saya, merah adalah warna basic yang bisa saya padankan dengan warna apa saja, kecuali ungu -belum pernah saya coba.

Terinspirasi oleh salah seorang pimpinan di perusahaan saya, warna merah menjadi salah satu warna wajib diantara koleksi sepatu saya. Setidaknya, saya harus punya satu pasang.

Sepatu merah pertama yang saya punya jenis open-toe (terbuka dibagian depan, jempol dan telunjuk kaki nongol dikit, cmiiw). Desainnya sporty, bahan kanvas, ada list putih dibagian pinggiran sepatu dan dibagian open-toe nya. Sol sepatunya mirip sama street shoes keluaran merek sport ternama. This shoes is sooooooooooo me.. :). Sepatu ini udah pensiun sejak tahun 2008 (saya beli 2007) karena bagian open-toenya ada yang copot akibat frekuensi pemakaiannya yang tinggi.

Sepatu kedua, modelnya lebih cewek dan terbuat dari kulit imitasi. Agak mengilap dikit, dengan sol tipis dan sedikit licin. Sepatu ini menemani saya sampai 2009.

Sepatu ketiga saya beli akhir 2009. Desain sepatunya mirip sama sepatu Puma yang saya taksir sejak pertengahan 2009. Tapi apa daya, saya gak sanggup beli merk terkenal ituh :(. Sepatu ketiga ini hanya bertahan hingga akhir Agustus kemaren. Bagian dalam solnya copot karena sering keujanan dan kebanjiran.. hehehe..



Note : sebenernya sepatu ketiga gak terlalu mirip ini sih, tapi karena di web Puma udah gak ada foto sepatu yang saya maksud, jadi saya pejeng yang ini.. :P


Daaaaann.. sepatu merah terakhir yang saya punya adalah studded (gambarnya belon bisa saya uplot). Sepatu  nya dari bahan suede, dengan studed di bagian depan dan belakang sepatu.

So what is your must-have-color shoes? share with me! ;)

Selasa, 31 Agustus 2010

Panitia

saya, sejak beberapa tahun terakhir ini, selalu ditodong untuk menjadi 'panitia' buka puasa bersama. saya, dulu, sangat senang dan mengambil tawaran itu karena saya senang bersilaturahmi. saya tahun kemaren mampu mengumpulkan 58 orang temen temen SMP saat buka puasa bersama.

sampai pada suatu saat, saya, merasa jenuh. apa sih yang ingin saya cari dari menjadi penyelenggara acara? eksistensi? gak usah jadi panitia juga saya udah eksis. tenar? beuh.. udah tenar dari orok! lalu? pada akhirnya saya tidak menemukan jawaban atas pertanyaan saya itu. akhirnya saya memutuskan, tahun ini saya off jadi 'panitia' diacara buka puasa manapun.

bulan Ramadhan 1431 H tiba.

kembali, saya, ditodong untuk jadi panitia. saya, memutuskan untuk menolak. saya kan sudah berkomitmen untuk tidak jadi 'panitia'. sampai suatu saat saya 'gerah' karena teman teman gada satupun yang berinisiatif mengadakan acara. lebih gerah lagi, ketika teman teman seangkatan dari SMP menanyakan acara tahun ini, tapi takada satupun yang berinisiatif untuk mengadakannya.

akhirnya, saya dan seorang sahabat SMP, memutuskan untuk mengundang teman teman hadir di acara buka puasa di salah satu rumah makan terkenal di jalan Trunojoyo melalui sebuah situs jejaring sosial. banyak teman merespon, tapi tak sedikit pula yang menolak, yang 'abu abu' malah lebih banyak lagi.

pada tanggal yang telah ditentukan, kami menghubungi teman teman via sms. banyak yang menjawab tak bisa hadir, ada juga yg menjawab bisa hadir. tapi, ada juga yang kebingungan, karena dia mendapatkan DUA undangan yang sama dari temen temen SMP dan tempatnya berdekatan pada tanggal yang SAMA pula. saya dan sahabat bengong dan mikir. WHAT? DUA? siapa yg bikin acara?

usut punya usut, selidik punya selidik, akhirnya kami tau siapa penyelenggaranya. dan, kami tidak kaget, karena memang kami sudah menduga sebelumnya. saya, selalu tak habis pikir. saya, sedih. saya, marah. saya,  tidak suka atas kejadian ini.

sebuah rencana yang matang, kembali mentah.

saya sekarang baru tau. bukan menjadi panitia yang membuat saya malas menjadi 'panitia'. tapi oknum oknum yang membuat acara saya menjadi mentahlah yang membuat saya malas. saya alergi orang rese.

Kamis, 12 Agustus 2010

kesadaran berlalu lintas

Baru aja saya turun dari angkot jurusan Ciledug - Kebayoran.

Sebelumnya seorang ibu turun terlebih dahulu di pertigaan Cipadu. Sopir udah bilang "Kreo, Kreo, Kreo" (pertigaan Cipadu disebut juga Kreo) tapi sang Ibu tidak merespon. Ketika angkot sudah jalan kira kira 10 meter, sang Ibu berteriak minta turun saat itu juga. Sopir tidak menggubris karena daerah tersebut dilarang berhenti (ada tandanya). Ibu tersebut sedikit emosi karena keinginannya tidak dituruti. Sopir tidak merasa bersalah karena memang tidak boleh berhenti di daerah tersebut.

Saya hanya bisa merasa miris. Saya pikir kesadaran atas rambu rambu lalu lintas bukan hanya bagi pengendara roda dua atau lebih, melainkan bagi seluruh lapisan masyarakat. Seringkali kita emosi kepada supir angkot karena berhenti tidak pada tempatnya. Sopir angkot mau berhenti karena permintaan dari pengguna jasa, baik itu yang minta turun atau yang minta naik. Kalau sudah begini, susah mau menyalahkan siapa.

Kemacetan di Jakarta sudah sangat tidak masuk akal. Bagaimana jika kita mulai dari sekarang untuk lebih patuh pada rambu rambu lalu lintas? Gerakan satu orang mungkin takkan terlihat, tapi jika kita SEMUA memulainya dari sekarang, pastinya akan ada perubahan.

you name it. just go, let's go!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...